Domba Garut merupakan domba varian unggul yang merupakan hasil perkawinan silang tiga jenis domba sekaligus, yakni Merino, kampung, dan Afrika Selatan. Domba Garut kemudian banyak diternak di Indonesia karena memiliki banyak sekali manfaat. Selain dagingnya yang lezat, hasil perahan susunya yang kaya gizi, kulitnya pun bagus bila dijadikan bahan tekstil.

Pada dasarnya, perawatan atau proses beternak Domba Garut tidak sulit. Dalam memelihara hewan apa pun, kuncinya adalah kesabaran serta ketekunan. Karena hewan peliharaan atau ternak memiliki kebutuhan yang kurang lebih sama dengan manusia, yakni; makan, minum, dan tidur.

Berikut adalah tips perawatan Domba Garut agar peternakan dapat berhasil :

 

 1. Kandang Sesuai Standar
kandang domba

Kondisi kandang merupakan faktor penting penentu kenyamanan hewan peliharaan maupun ternak. Ketika kandang berhasil membuat mereka betah, maka mereka akan berproduksi dengan kualitas A. Dari Domba Garut misalnya, jika merasa nyaman di kandangnya, mereka akan memproduksi susu yang lezat dan menyegarkan, selain itu berat badan mereka akan semakin gemuk.

Kandang yang baik untuk Domba Garut sendiri harus kokoh, sebab penggunaannya tentu ditujukan untuk jangka panjang. Luasnya cukup untuk mengakomodasi semua ternak tanpa perlu berdesakan. Usahakan kandang mendapatkan cukup pancaran sinar matahari yang bagus bagi pertumbuhan ternak. Hindari menggunakan atap yang memiliki daya serap tinggi terhadap panas, lebih baik jerami.

Kandang juga harus rajin dibersihkan, minimal seminggu sekali agar bersih dari kotoran yang kadang dapat menjadi sumber penyakit bagi ternak. Namun akan lebih baik bila dapat dibersihkan setiap hari sehingga ternak pun menjadi lebih nyaman. Lantai, sudut-sudut, serta atap merupakan titik-titik kandang yang harus rajin diperiksa dan dibersihkan.

 

 2. Komposisi Makanan Lengkap
makanan cukup

Berbeda dari ternak lain seperti sapi dan kambing, makanan untuk Domba Garut memiliki komposisi berbeda yang terdiri dari empat jenis dan diberikan dalam secara bersamaan ketika waktu makan telah tiba. Yakni : rerumputan, varian kacang-kacangan, hasil limbah pertanian, juga konsentrat atau pemberi rasa. Konsistensinya sendiri berbeda-beda, disesuaikan dengan usia ternak.

 

 3. Pemberian Obat dan Vaksin Secara Rutin

Ternak harus diberikan obat serta vaksin untuk membantu menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit. Hal ini penting dilakukan mengingat mikroba, virus, serta bakteri sangat mudah menyerang ternak, terutama mamalia. Jika tidak dilakukan tindakan pencegahan seperti vaksinasi, dikhawatirkan daya tahan tubuh dari ternak akan semakin menurun dan kemudian jatuh sakit.

 

 4. Kontrol Kebersihan Diri Ternak Secara Berkala

Tidak ubahnya seperti manusia, ternak pun harus dijaga kebersihan dirinya untuk menghindari kuman-kuman yang mungkin menempel pada bagian tubuh. Penting pula untuk menjaga penampilan fisiknya agar terlihat bersih, sehat, dan segar, sehingga konsumen nantinya tidak akan merasa jijik dan berubah pikiran. Cara-cara menjaga kebersihan hewan ternak :

  • Rutin memandikan satu kali dalam seminggu. Ketika memandikan ternak, harus menggunakan sabun dan air dengan temperatur sedang. Sekujur tubuh ternak diusap menggunakan sabun, kemudian mulai disikat dengan lembut. Setelah dibilas dengan bersih, Domba kemudian diarahkan untuk berjemur hingga tubuhnya kering sepenuhnya.
  • Pencukuran bulu. Ini dilakukan sekaligus panen bulu Domba untuk dilimpahkan sebagai bahan tekstil, setiap enam bulan sekali. Supaya bulunya tampak bersih, domba harus dimandikan terlebih dahulu sebelum proses pencukuran dimulai. Pastikan juga untuk mengikat domba. Mencukurnya harus sesuai arah punggung ternak agar hasilnya rapid an tidak sampai melukai ternak.
Tips Merawat Domba Garut yang Baik dan Sesuai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *